Jenis Oli Motor Berdasarkan Bahan Baku

Bagi kalian para bikers yang sehari-hari menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas, pasti akan peduli dengan masalah perawatannya motor kesayangan. Perawatan motor ini sangatlah penting untuk di perhatikan, karena sangat berpengaruh pada performa motor. Apalagi, jika penggunaan motor ini sangat aktif dan harus menempuh medan yang cukup berat. Perawatan motor yang tidak dilakukan secara tepat dan rutin, tidak hanya dapat membuat motor menjadi kurang nyaman untuk digunakan, tetapi juga menjadi mudah rusak. Salah satunya cara perawatan motor adalah menggunakan oli motor yang tepat. Misalnya, seperti menggunakan Oli Spesialis Dingin yang diformulasikan khusus untuk menjaga performa mesin motor matic kesayangan kita. Tentu selain itu masih banyak fungsi penting dari oli motor jadi sangat disarankan untuk memilih oli yang tepat.

jenis oli motorUntuk dapat memilih oli spesial yang sesuai dengan motor kesayangan kita, ada baiknya jika kita mengetahui berbagai jenis oli yang beredar di pasaran. Jika dilihat dari bahan baku pembuatannya, oli dapat dibedakan menjadi 4 jenis oli, antara lain :

  • Oli mineral
    Oli ini merupakan oli dasar yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan, dan ditambahkan berbagai zat aditif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya.
  • Oli Vegetable
    Oli yang diperoleh dari bahan tumbuh-tumbuhan yaitu minyak dari tumbuhan jarak. Jenis ini mempunyai sifat pelumas yang baik sehingga sering digunakan untuk racing, namum harganya cukup mahal dan tidak dapat digunakan dalam waktu yang lama, karena proses oksidasi terjadi dengan cepat.
  • Oli Syntetic
    Oli yang dibuat dari bahan dasar produk petroleum, kemudian diproses secara kimiawi untuk menghasilkan viskositas yang stabil sesuai dengan karakteristik yang diinginkan. Keunggulan oli jenis ini adalah karakteristik oli relatif stabil, dan mampu melumasi secara optimal.
  • Oli Semi Syntetic
    Oli merupakan paduan antara oli mineral dengan syntetic, menghasilkan kemampuaan pelumas yang baik dengan harga lebih murah dari syntetic.

Pada motor yang sudah lama menggunakan oli mineral sebagai pelumasnya dan ingin menggantinya dengan oli sintetis, ada baiknya tidak langsung menggantinya begitu saja. Oli mineral biasanya akan meninggalkan sisa (deposit), dan oli sintetis ini akan mengangkat deposit yang ditinggalkan oleh oli mineral. Deposit yang terangkat ini akan berpotensi mengalir ke celah mesin, sehingga dapat mengganggu kerja mesin. –apuy-

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on LinkedIn0