Melansir dari website Hello Sehat, siklus menstruasi normal umumnya berlangsung 21-35 hari dengan durasi waktunya 2-10 hari. Sementara, untuk jumlah darah yang keluar sekitar 6-8 sendok makan atau hanya 60-80 cc di setiap siklus. Meskipun begitu, sebagian wanita ada yang mengalami menstruasi lebih sedikit dari jumlah normal tersebut.
Kok bisa ya? Untuk penjelasan lebih lengkapnya kamu bisa langsung mengecek di kelanjutan artikel ini!
Stres
Tahukah kamu, stres ternyata dapat menyebabkan menstruasi keluar sedikit, lho? Pasalnya, selama stres, tubuhmu memproduksi lebih banyak hormon kortisol, salah satu hormon yang dapat mengganggu keseimbangan hormon lain, seperti hormon estrogen yang berperan dalam fungsi sistem reproduksi. Penurunan kadar estrogen akibat stres dapat menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih sedikit bahkan dalam beberapa kasus tidak mengalami menstruasi.
PCOS
Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) atau sindrom polikistik ovarium merupakan suatu kondisi yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga mengganggu proses ovulasi. Gangguan ini dapat memicu perubahan pada siklus menstruasi seperti jumlah darah menjadi lebih sedikit atau durasi menstruasi lebih pendek. Selain memengaruhi siklus menstruasi, PCOS juga dapat mengakibatkan infertilitas, kelelahan, dan keluhan lainnya.
Sindrom Asherman
Sindrom asherman merupakan kondisi medis yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut atau adhesi dalam rongga rahim. Kondisi ini bisa terjadi karena prosedur pembedahan seperti kuretase, infeksi pada bagian reproduksi, dan lainnya. Jika jaringan parut terbentuk sedikit, kondisinya mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, apabila terjadi perlengketan rahim dapat menyebabkan menstruasi sedikit, kram perut, dan lainnya.
Kehamilan
Pada awal kehamilan, sebagian wanita dapat mengalami perdarahan implantasi, keluarnya darah sedikit dari vagina. Menurut informasi dari Alodokter, kondisi perdarahan implantasi ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi sperma berkembang menjadi embrio dan menempel di endometrium (dinding rahim). Penempelan ini dapat mengakibatkan iritasi ringan dan memicu keluar bercak darah ringan.
Selain keempat penyebab di atas, ada faktor lain yang juga dapat menyebabkan keluar darah sedikit ketika menstruasi seperti pemakaian alat kontrasepsi, gaya hidup, faktor usia, genetik, dan lain sebagainya. Apabila ada di antara kamu yang mengalami kondisi ini bisa bertanya langsung ke Ask dr.Laurier. Semua pertanyaan yang kamu tanyakan tentang masalah kesehatan reproduksi seperti darah haid keluar sedikit, nyeri menstruasi keputihan, dan lainnya akan dijawab langsung oleh dokter obgyn yang sudah berpengalaman.
+ There are no comments
Add yours