Mobil dengan Transisi Manual dan Automatic

Semakin banyak produsen mobil yang memproduksi mobilnya dengan 2 pilihan transisi, yaitu manual dan automatic. Salah satu contohnya seperti Mitsubishi Strada Triton. Hal ini, tentunya tidak lepas dari perubahan pola pikir masyarakat yang mulai berubah mengenai mobil dengan transisi automatic, atau yang biasa disebut mobil matic.

transmisi manual dan maticDulu banyak yang beranggapan bahwa mobil matic itu lebih merepotkan dan membutuhkan jauh lebih banyak biaya daripada mobil manual. Hal ini memang benar, namun tidak berlaku lagi untuk kondisi saat ini. Kemajuan teknologi telah membuat mobil matic memiliki kualitas yang tidak kalah dengan mobil manual, dan mampu menekan biaya pemakaian serta perawatan. Artinya, tidak lagi boros bahan bakar dan membutuhkan biaya besar saat dilakukan perbaikan.

Lalu, mana yang lebih baik yah, mobil dengan transmisi manual atau automatic?

Dari segi kekuatan tarikan, mobil matic bisa dibilang masih kalah dengan mobil manual. Hal ini bisa disebabkan karena kita bisa mengatur sendiri perpindahan gigi dari tinggi ke rendah, ataupun sebaliknya. Apalagi jika kita sering berkendara di medan pegunungan yang cenderung memiliki banyak tanjakan dan turunan. Mobil manual akan lebih stabil dan mampu menghadapi medan seperti ini.

Namun, jika kita sering berkendara di daerah perkotaan dengan kondisi jalanan cenderung datar, menggunakan mobil matic bisa menjadi pilihan. Apalagi, jika kondisi jalanan yang sering kita hadapi cukup padat dan sering macet. Selain itu, mobil matic cocok digunakan untuk berpergian jarak jauh bersama anak. Salah satu tips persiapan liburan dengan Si Kecil dengan mobil adalah menggunakan mobil nyaman dan metic. Dengan menggunakan mobil matic, setidaknya kita bisa lebih nyaman berkendara karena tidak menggunakan kopling. Hanya rem saat berhenti, dan gas saat mobil harus dijalankan.

Hal lainnya yaitu, berhubungan dengan perawatan. Mobil matic memang tidak membutuhkan banyak biaya untuk perawatan dibandingkan mobil matic lama, namun tetap saja lebih besar dari mobil manual. Penyebabnya, karena ada lebih banyak komponen yang harus dilakukan perawatan atau penggantian dibandingkan dengan mobil manual. Misalnya saja, seperti oli transmisi yang hanya ada pada mobil matic. Selain itu, perawatan mobil matic juga harus lebih diperhatikan waktunya, karena perawatan yang terlambat bisa menyebabkan kerusakan. Dan tentunya, akan membutukan biaya yang lebih besar untuk perbaikannya.

Untuk masalah bahan bakar, masih banyak yang merasa bahwa mobil matic lebih boros dibandingkan dengan mobil manual. Namun, untuk pengukurannya sendiri belum dapat dipastikan, karena pemakaian bahan bakar ini sangat bergantung pada berbagai hal, seperti kecepatan, cara menyetir, kondisi jalanan, dan beberapa hal lainnya. (Vita)

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on LinkedIn0